Kota Padang (KABARIN) - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memaparkan dua opsi penanganan fenomena sinkhole atau tanah ambles yang membentuk lubang besar di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.
Ahli geologi teknik Badan Geologi Kementerian ESDM, Taufiq Wira Buana, menjelaskan opsi pertama adalah membiarkan sinkhole terbuka dan melebar secara alami, sementara opsi kedua adalah melakukan upaya pencegahan agar lubang tidak semakin meluas.
“Pertama, biarkan terbuka atau melebar alami, dan yang kedua melakukan pencegahan agar tidak melebar,” kata Taufiq saat dihubungi di Padang, Minggu.
Untuk opsi pertama, Taufiq menegaskan bahwa sinkhole tidak boleh ditutup. Pemerintah dan pihak terkait perlu menghitung kestabilan lubang secara detail dan menentukan radius aman yang terukur untuk mencegah risiko bagi masyarakat sekitar.
Selain itu, air yang keluar dari sinkhole harus diarahkan melalui saluran drainase, bukan dibiarkan meresap kembali ke tanah di sekitarnya. Air tersebut sebaiknya dialirkan ke area yang lebih stabil seperti sungai di bagian hilir, atau dapat dimanfaatkan sebagai air baku warga setelah melalui kajian kelayakan.
Sementara itu, opsi kedua—mencegah sinkhole agar tidak melebar—membutuhkan rekayasa teknis dengan melibatkan ahli teknik sipil, khususnya untuk memperkuat tebing dan struktur di sekitar lubang.
Dalam penanganan ini, perlu dilakukan perhitungan matang terkait jumlah air yang boleh mengalir melalui sungai bawah tanah, agar tidak mengganggu kestabilan wilayah di bagian hulu maupun hilir sinkhole.
Dalam laporan kajian cepat Badan Geologi, terdapat sejumlah langkah pengurangan risiko sinkhole, di antaranya dengan mengenali gejala awal kemunculan sinkhole serta mengurangi resapan air berlebihan, terutama di daerah yang dicurigai memiliki sungai bawah tanah.
Badan Geologi juga merekomendasikan pemilihan jenis tanaman yang tidak membutuhkan banyak air di area rawan, serta memastikan saluran air rumah tangga tidak bocor atau meresap ke tanah yang berisiko.
Di sisi lain, Taufiq mengimbau masyarakat agar tidak mempercayai isu air sinkhole memiliki khasiat tertentu. Berdasarkan hasil uji laboratorium, kualitas air tersebut sama dengan air pada umumnya.
Terkait fenomena air berwarna biru, ia menegaskan bahwa hal itu merupakan fenomena alam, yang terjadi akibat partikel kecil atau zat terlarut di dalam air yang menghamburkan cahaya biru sehingga tertangkap oleh mata manusia.
“Air berwarna biru adalah fenomena alam dan bukan hal mistis,” ujar Taufiq menegaskan.
Editor: Suryanto
Copyright © KABARIN 2026